Rabu, 02 November 2011

Anida Etikawati

Mendidik Anak Manja


Seringkali para orangtua mengalami masalah ketika menghadapi anak yang manja, bahkan sampai usia tujuh tahun atau mereka sudah memiliki adik, terkadang mereka masih suka merengek seperti adiknya yang masih balita. Hal ini selain membuat repot, bahkan akan berdampak buruk pada sikap dan perkembangan pribadi si anak ketika dia sudah dewasa.
Pembawa acara radio Oprah & Friends, Rabbi Shmuley mengatakan, “Secara alamiah, anak-anak itu lugu dan sangat polos, yang membuat orang dewasa menjadi sangat ramah dan membantu mereka dengan semua hal terbaik yang kita punya” katanya.
“Ketika kita membesarkan anak-anak yang dimanjakan, kita mengeluarkan daya pikat kekanak-kanakan mereka yang alamiah. Bila anda merasa bersalah memanjakan anak anda, maka kemungkinannya anda akan memiliki anak-anak bandel yang tak bisa diatur di rumah anda,” kata Shmuley.
Untuk menghadapi masalah seperti ini, orangtua terlebih dahulu harus mengenali dampak-dampak negatif ketika anak terlalu sering dimanja.
1) Anak akan menjadi malas.
Jika terus berlarut, anak akan menjadi seorang yang pemalas. Anak cenderung akan malas dan sulit untuk menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau tanggungjawab yang sebenarnya dapat dia selesaikan.
2) Sulit untuk sosialisasi
Kecenderungan anak manja adalah sulit untuk bersosialisasi. Hubungan teman-teman biasanya seperti seorang majikan dan anak buah.
3) Kurang Peka/Inisiatif
Lantaran terbiasa dilayani, membuat anak menjadi kurang peka. Kurang adanya inisiatif untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat. Anak seperti ini, tidak bisa diharapkan, karena yang ia tahu hanya ‘beres’.
4) Kecerdasan Emosional Rendah
Hilangnya rasa menghargai, empati, dan tanggung jawab membuat kecerdasan emosianal sang anak menjadi rendah. Sikap ini tentunya membuat sang anak sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Nah, apa yang harus dilakukan para orang tua untuk mengatasi anak yang manja?
  1. Orang tua harus mempunyai kemauan untuk tidak lagi memanjakan anak. Perilaku manja salah satunya karena selama ini apa saja yang mereka inginkan selalu dituruti.
  2. Mulailah untuk tidak memanjakan anak dan ajarkan hidup mandiri dari hal-hal yang kecil. Misalnya biasakan anak mengambil baju seragam sendiri, mengambil makan atau minum sendiri.
  3. Tindakan untuk tidak memanjakan anak seharusnya juga dilakukan oleh orang tua atau pengasuh yang lain, tidak hanya oleh satu orang saja.
  4. Komunikasilah dengan anak, bahwa seharusnya untuk usia saat ini mulai mempunyai tanggung jawab. Jelaskan mengenai prioritas, bahwa tidak semua yang diinginkan harus terpenuhi.
  5. Jika anak masih mengabaikan perintah orang tua dengan merengek atau menangis, berikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar. Berikan pelukan dan dukungan untuk menenangkan anak.
  6. Orang tua harus konsisten untuk tidak memanjakan anak, tidak hanya satu atau dua hari saja lalu kembali memanjakan mereka.
  7. Berikanlah pujian jika anak tidak lagi merengek saat meminta sesuatu, sehingga anak mengerti bahwa orang tua senang saat dia mulai berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar