Senin, 17 Desember 2012
Kamis, 01 November 2012
Manfaat Susu Kedelai Yang Dahsyat Bagi Manusia
Susu kedelai sering kita temui karena memang banyak penjual yang menjualnya baik melalui kios atau keliling. Pembuatannya sangat sederhana dan mudah. Meski biasanya jika bikin sendiri di rumah susunya akan berbau langau, tapi apabila diberi campuran susu kental manis rasanya akan berubah menjadi sangat nikmat. Ibu saya pernah mempraktekkannya.
Nah, berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari susu kedelai yang bisa anda peroleh apabila mengonsumsinya :
1. Mengatasi Intoleransi Laktosa
Intoleransi Laktosa adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan tidak mampu mencerna dan menyerap laktosa (lemak susu) dengan baik akibat terbatasnya enzyme laktase dalam tubuh- yang berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna usus. Dan ini tentu tidak baik untuk memberikan susu sapi yang mana mengandung laktosa susu kepada anak balita yang mengalami intoleransi laktosa. Gejalanya berupa mual, muntah, diare, dan gejala sakit perut yang lain.
Intoleransi Laktosa adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan tidak mampu mencerna dan menyerap laktosa (lemak susu) dengan baik akibat terbatasnya enzyme laktase dalam tubuh- yang berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna usus. Dan ini tentu tidak baik untuk memberikan susu sapi yang mana mengandung laktosa susu kepada anak balita yang mengalami intoleransi laktosa. Gejalanya berupa mual, muntah, diare, dan gejala sakit perut yang lain.
Sebagai solusinya untuk anak balita anda yang berusia di atas 1 tahun ke atas, anda bisa memberikannya susu kedelai sebagai nutrisi pendamping ASI karena susu kedelai tidaklah mengandung laktosa susu. Dan berikan dalam porsi sewajarnya saja cukup 1-2 gelas per hari. Dan tak hanya pada anak-anak yang mengalami intolerensi laktosa, orang dewasa pun yang mengalami alergi susu sapi bisa mencoba mengonsumsi susu kedelai.
2. Bisa digunakan sebagai minuman pengganti susu sapi bagi penderita autisme
Manfaat susu kedelai yang lain adalah sebagai minuman bergizi tinggi bagi anak penderita autis. Anda mungkin pernah mendengar istilah autis. Autisme dapat diartikan sebagai suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal.
Manfaat susu kedelai yang lain adalah sebagai minuman bergizi tinggi bagi anak penderita autis. Anda mungkin pernah mendengar istilah autis. Autisme dapat diartikan sebagai suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal.
Para penderita autis disarankan agar tidak mengonsumsi makanan yang mengandung Kasein (Protein susu) dan Glutein (protein tepung). Kenapa? Karena kedua jenis protein tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan bisa menyebabkan si penderita autis menjadi lebih hiperaktif. Susu sapi dan keju adalah salah satu sumber kasein, jadi alih-alih memberikan susu sapi lebih baik apabila penderita autis diberi susu kedelai karena tidak kasein dan glutein. Hal tersebut supaya bisa mendapatkan pasokan nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup meski tanpa minum susu sapi.
3. Pengganti susu sapi bagi para vegetarian
Vegetarian adalah orang yang tidak suka memasukkan masakan olehan yang mengandung daging ke dalam menu masakannya, mereka lebih memilih mengonsumsi produk seperti sayur dan buah untuk makanan sehari-hari. Nah, agar memperoleh gizi yang tidak kalah dengan gizi susu sapi maka vegetarian disarankan mengonsumsi susu kedelai. Karena kandungan gizi susu kedelai sangatlah besar, diantaranya vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium, Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber Lemak).
Vegetarian adalah orang yang tidak suka memasukkan masakan olehan yang mengandung daging ke dalam menu masakannya, mereka lebih memilih mengonsumsi produk seperti sayur dan buah untuk makanan sehari-hari. Nah, agar memperoleh gizi yang tidak kalah dengan gizi susu sapi maka vegetarian disarankan mengonsumsi susu kedelai. Karena kandungan gizi susu kedelai sangatlah besar, diantaranya vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium, Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber Lemak).
4. Mengurangi kadar kolesterol darah
Seperti yang anda ketahui bahwa di dalam tubuh, kolesterol akan bergabung dengan protein dan akan membentuk suatu senyawa yang disebut lipoprotein. Lipoprotein sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kolesterol baik atau HDL dan kolesterol jahat atau LDL. Jika kadar LDL dalam darah terlalu banyak maka dapat menyumbat arteri serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sedangkan kebalikannya apabila level HDL yang rendah malah dapat meningkatkan resiko penyakit jantug.
Seperti yang anda ketahui bahwa di dalam tubuh, kolesterol akan bergabung dengan protein dan akan membentuk suatu senyawa yang disebut lipoprotein. Lipoprotein sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kolesterol baik atau HDL dan kolesterol jahat atau LDL. Jika kadar LDL dalam darah terlalu banyak maka dapat menyumbat arteri serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sedangkan kebalikannya apabila level HDL yang rendah malah dapat meningkatkan resiko penyakit jantug.
Nah, kandungan lesitin dalam susu kedelai akan berfungsi untuk menghalau LDL sedangkan kandungan isoflavon akan mampu berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan level HDL yang baik untuk kesehatan jantung.
5. Mencegah Arteriosklerosis, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Stroke
Kandungan lainnya dalam susu kedelai adalah Vitamin E yang mampu mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. Penelitian pada Harvard University; menunjukkan mereka yang memperoleh Vitamin E 200 I.U/ hari; risiko mendapat gangguan kardiovaskular berat menurun sebesar 34 %.
Kandungan lainnya dalam susu kedelai adalah Vitamin E yang mampu mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. Penelitian pada Harvard University; menunjukkan mereka yang memperoleh Vitamin E 200 I.U/ hari; risiko mendapat gangguan kardiovaskular berat menurun sebesar 34 %.
Selain itu susu kedelai juga mengandung asam Folat dan Vitamin B6 yang juga bermanfaat mencegah penyakit jantung. Tak cukup sampai di ditu, kandungan magnesiumnya juga mampu mengatur tekanan darah seseorang.
6. Mencegah kencing manis / diabetes mellitus
Kencing manis biasanya timbul karena tubuh kekurangan insulin yang berakibat kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit. Beruntung, karena kandungan Asam Amino Glisin dan Asam Amino Arginin ternyata mampu menjaga keseimbangan insulin. Kandungan protein dalam susu kedelai pun ternyata lebih mudah untuk diterima oleh organ ginjal dibandingkan protein yang berasal dari hewan.
Kencing manis biasanya timbul karena tubuh kekurangan insulin yang berakibat kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit. Beruntung, karena kandungan Asam Amino Glisin dan Asam Amino Arginin ternyata mampu menjaga keseimbangan insulin. Kandungan protein dalam susu kedelai pun ternyata lebih mudah untuk diterima oleh organ ginjal dibandingkan protein yang berasal dari hewan.
7. Menghambat menopause dan mencegah osteoporosis
Kandungan isoflavon dalam susu kedelai mampu mengatasi sindroma menopause dan juga mencegah osteoporosis. Kandungan lainnya yang dapat menghambat menopause adalah vitamin E.
Kandungan isoflavon dalam susu kedelai mampu mengatasi sindroma menopause dan juga mencegah osteoporosis. Kandungan lainnya yang dapat menghambat menopause adalah vitamin E.
8. Mencegah migrain
Anda pasti sering menyaksikan iklan obat di televisi yang menunjukkan seseorang yang megalami sakit kepala sebelah, ya itulah migrain. Sakit kepala sebelah atau yang sering pula disebut migrain ini biasanya bersifat kambuhan lebih banyak menyerang wanita dibanding pris dengan prosentase 3:1. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya akan kandungan Vitamin B-Complek (kecuali B12), Mineral (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) akan mampu untuk mencegah dan meredakan migrain.
Anda pasti sering menyaksikan iklan obat di televisi yang menunjukkan seseorang yang megalami sakit kepala sebelah, ya itulah migrain. Sakit kepala sebelah atau yang sering pula disebut migrain ini biasanya bersifat kambuhan lebih banyak menyerang wanita dibanding pris dengan prosentase 3:1. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya akan kandungan Vitamin B-Complek (kecuali B12), Mineral (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) akan mampu untuk mencegah dan meredakan migrain.
9. Sebagai minuman anti kanker
Susu kedelai banyak mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal seragan radikal bebas pemicu kanker. Diantaranya adalah seleniu, vitamin E, isoflavon dan Genistein.
Susu kedelai banyak mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal seragan radikal bebas pemicu kanker. Diantaranya adalah seleniu, vitamin E, isoflavon dan Genistein.
10. Untuk mencegah penuaan dini
Anda pasti pernah bertemu denga seseorang yang wajahnya terlihat lebih tua dibanding usia yang sebenarnya. Mungkin orang tersebut mengalami apa yang dinamakan penuaan dini. Salah satu penyebab timbulnya penuaan dini adalah karena paparan radikal bebas. Nah, untuk melawannya dibutuhkan antioksidan. Itulah kenapa orang yang hidup di pedesaan dan suka memakan makanan yang mengandung antioksidan terlihat awet muda. Susu kedelai selain mengandung protein yang tinggi juga kaya akan zat senyawa Anti Aging. Jadi, tak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak mengonsumsi susu yang terbuat dari kacang kedelai ini apabila ingin terlihat awet muda.
Anda pasti pernah bertemu denga seseorang yang wajahnya terlihat lebih tua dibanding usia yang sebenarnya. Mungkin orang tersebut mengalami apa yang dinamakan penuaan dini. Salah satu penyebab timbulnya penuaan dini adalah karena paparan radikal bebas. Nah, untuk melawannya dibutuhkan antioksidan. Itulah kenapa orang yang hidup di pedesaan dan suka memakan makanan yang mengandung antioksidan terlihat awet muda. Susu kedelai selain mengandung protein yang tinggi juga kaya akan zat senyawa Anti Aging. Jadi, tak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak mengonsumsi susu yang terbuat dari kacang kedelai ini apabila ingin terlihat awet muda.
Rabu, 24 Oktober 2012
Libur Idul Qurban
Dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idul Qurban 1433 H
Sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar dimulai pada :
Hari / tanggal : Jum'at / 26 Oktober 2012 Sampai dengan Senin 29 Oktober 2012
Masuk sekolah : Selasa 30 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
Mari Berkurban di sekolah . . . . .
Definisi Qurban
Kata udhhiyah dan dhahiyah adalah nama hewan sembelihan seperti unta, sapi dan kambing yang dipotong pada hari raya nahar (qurban) dan tasyrik sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah.
Dalil Qurban dalam Al-Qur’an
Allah telah mensyariatkan qurban sebagaimana firman-Nya:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3)
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ
Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya)…(QS. Al-Hajj : 36)
Maksud kata nahr adalah penyembelihan binatang qurban sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits bahwa Nabi SAW melakukan ibadah qurban dan begitu juga kaum muslimin. Para ulama telah sepakat (ijma’) akan pensyariatannya.
Keutamaan Qurban
Sebuah riwayat dari Aisyah r.a., Nabi SAW telah bersabda,
مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berqurban. (HR. Tirmidzi)
Kata udhhiyah dan dhahiyah adalah nama hewan sembelihan seperti unta, sapi dan kambing yang dipotong pada hari raya nahar (qurban) dan tasyrik sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah.
Dalil Qurban dalam Al-Qur’an
Allah telah mensyariatkan qurban sebagaimana firman-Nya:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3)
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ
Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya)…(QS. Al-Hajj : 36)
Maksud kata nahr adalah penyembelihan binatang qurban sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits bahwa Nabi SAW melakukan ibadah qurban dan begitu juga kaum muslimin. Para ulama telah sepakat (ijma’) akan pensyariatannya.
Keutamaan Qurban
Sebuah riwayat dari Aisyah r.a., Nabi SAW telah bersabda,
مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berqurban. (HR. Tirmidzi)
Kamis, 04 Oktober 2012
Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua Selama Tidak dalam Kemaksiatan
Dari Abu Darda’ dia berkata
۱٤/۱٨
أَوْصَانىِ خَلِيْلِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ بِتِسْعِ: لاَ تُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطًعْتَ
أَوْ حُرُقْتَ، وَلاَ تَتْرُكَنَّ الصَّلاَةَ ْمَكْتُوْبَةً مُتَعَمَّدُا فَمَنْ
تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ، وَلاَ تَشْرَبِ
الْخَمْرَ، َإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ
أَمَرَاَكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا وَلاَ تٌناَزِعَنَّ
وُلاَةَ اْلأَمْرِ وَإِنْ رَأَْيتَ أَنَّكَ أَنْتَ، وَلاَ تَفِرَّر مِنَ الزَّحْفِ
وَإِنْ هَلَكْتَ وَفَرَّ أَصْحَابِكَ وَأَنْفِقْ مِنْ طُوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ
وَلاَ تَرْفَعْ عَصَاكَ عَلىَ أَهْلِكَ وَأَخِفْهُمْ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Rasulullah
salallahu alaihi
wasallam berwasiat
kepadaku dengan 9 hal: jangan meneykutukan Allah
dengan sesuatu apapun sekalipun engkau dipotong (tubuhmu) atau dibakar, jangan meninggalkan shalat dengan sengaja, maka
bebaslah tanggung jawab atasnya, janganlah minum khamar, karena khamar pangkal
segala kejahatan, taatilah kedua orang tuamu,
sekiranya keduanya memerintahkan kepadamu agar kamu ke
luar dari duniamu, maka keluarlah demi keduanya,
janganlah menentang penguasa, sekalipun engkau beranggapan bahwa engkau yang
benar, janganlah lari dari peperangan, sekalipun engkau akan terbunuh dan
teman-temanmu meninggalkanmu, bersedekahlah kepada keluargamu
sesuai dengan kemampuanmu, dan janganlah berlaku kasar kepada keluargamu dan ringankanlah beban
mereka karena Allah Azza wa Jalla.
Hasan, di
dalam kitab Al Irwa (2026( (Ibnu Majah, 36 Kitabul Fitan,
Bab As-Shahru Alal Bala’i
hadits 4034)
۱٥/٢٠ جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيْدُ الْجِهَادَ،
فَقَالَ:(أَحَىِّ وَالِدَاكَ؟) قَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ: (فَفِيْهِمَا
فَجَاهِدْ)
"Seseorang laki-laki datang
kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memohon untuk berjihad, lalu Nabi berkata,' Apakah kedua orang
tuamu masih hidup?' Dia
menjawab, 'Ya.' Lalu Nabi berkata, 'Berbakti kepada
keduanya adalah jihad.'"
Shahih,
di
dalam kitab Al Irwa' (1199), [Bukhari, 56-Kitabul ]ihad 138,
Bab Al ]ihad bi
Idznil-Walidain, Muslim, 45- Kitab Al Birru
wash-Shilah, dan Al Adab hadits 5,61]
Kamis, 27 September 2012
SD Integral Albayan Akan Mengadakan

TRAINING PEMBELAJARAN MUDAH
BAHASA ARAB
METODE LAFADZ
Insyaallah Akan dilaksanakam pada :
Hari/Tgl : Sabtu, 29 September 2012
Tempat : Depertemen Kesehatan (AULA BIMA)
Yang dihadiri Oleh :
SD Islam Albiruni Makassar
SD Alfityan Gowa
SD Integral Albayan Makassar
SD Islam Yaa Bunayya
Senin, 03 September 2012
Perbedaan Taubat Dan Istiqfar
Kita selalu butuh akan ampunan Allah karena kita adalah hamba
yang tidak bisa lepas dari dosa. Dosa ini bisa gugur dengan taubat dan ucapan
istighfar. Terlihat kedua amalan ini sama. Namun ada sedikit perbedaan mendasar
yang perlu dipahami. Taubat lebih sempurna dan di dalamnya terdapat istighfar.
Namun istighfar yang sempurna adalah jika diiringi dengan taubat.
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –rahimahullah- menjelaskan,
Taubat berarti,
الندم على الماضي والإقلاع منه
والعزيمة أن لا يعود فيه
“Menyesali (dosa) yang telah lalu, kembali melakukan ketaatan
dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi.” Inilah yang disebut
taubat.
Sedangkan istighfar bisa jadi terdapat taubat di dalamnya dan
bisa jadi hanya sekedar ucapan di lisan. Ucapan istighfar seperti “Allahummaghfirlii” (Ya Allah, ampunilah
aku) atau “Astaghfirullah”
(Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).
Adapun taubat itu sendiri dilakukan dengan menyesali dosa,
berhenti dari maksiat dan bertekad tidak akan mengulanginya. Ini disebut
taubat, kadang pula disebut istighfar. Istighfar yang bermanfaat adalah yang
diiringi dengan penyesalan, berhenti dari dosa dan bertekad tidak akan
mengulangi dosa tersebut lagi. Inilah yang kadang disebut istighfar dan kadang
pula disebut taubat. Sebagaimana hal ini diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala,
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا
فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا
لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى
مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ , أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
“Dan (juga) orang-orang
yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun (beristighfar) terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran: 135-136).
Yang dimaksud istighfar pada ayat di atas adalah menyesal dan
tidak terus menerus berbuat dosa. Ia mengucapkan ‘Allahummaghfirlli, astaghfirullah’ (Ya Allah, ampunilah aku.
Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu), lalu disertai dengan menyesali dosa dan
Allah mengetahui hal itu dari hatinya tanpa terus menerus berbuat dosa bahkan
disertai tekad untuk meninggalkan dosa tersebut. Jadi, jika seseorang ‘astaghfir’ atau ‘Allahummaghfir lii’ dan
dimaksudkan untuk taubat yaitu disertai penyesalan, kembali taat dan bertekad
tidak akan mengulangi dosa lagi, inilah taubat yang benar. [Sumber Mawqi’ Syaikh Ibnu Baz]
Ya Allah, terimalah taubat kami dan tutupilah setiap dosa kami
dengan istighfar.
Selepas shalat Shubuh @ Dammam, KSA, Jum’at-20 Jumadats Tsaniyah
1433 H
Sabtu, 18 Agustus 2012
Ramadhan 1433 H
SD Integral Al-Bayan
Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Semoga Amalan Kita Diterima Disisi Allah SWT
Selasa, 03 Juli 2012
Amalan Sunnah Di Bulan Sya’ban
Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan anjuran amal tertentu di bulan Sya’ban, di antara amalan tersebut adalah:
Pertama, memperbanyak puasa sunnah selama bulan Sya’ban
Ada banyak dalil yang menunjukkan dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Di antara hadis tersebut adalah:
Ada banyak dalil yang menunjukkan dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Di antara hadis tersebut adalah:
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Aisyah mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (H.R. Al Bukhari dan Msulim)
Aisyah mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)
Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.
Apa Hikmahnya?
Ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.
Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)
Kedua, memperbanyak ibadah di malam nishfu Sya’ban
Ulama berselisish pendapat tentang status keutamaan malam nishfu Sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:
Ulama berselisish pendapat tentang status keutamaan malam nishfu Sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:
Pendapat pertama, tidak ada keuatamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah –dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban– mengatakan, “Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban’.” (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, Hal. 33).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga mengingkari adanya keutamaan bulan Sya’ban dan nishfu Sya’ban. Beliau mengatakan, “Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Sya’ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).” (At Tahdzir min Al Bida’, Hal. 11)
Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).
Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, “…pendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi’in…” (Majmu’ Fatawa, 23:123)
Ibn Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).
Keterangan lebih lengkap tentang amalan malam nisfu Sya’ban, bisa anda simak di: Shalat Nishfu Sya’ban
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
Rabu, 13 Juni 2012
U n d a n g a n
Assalamu alaikum Wr. Wb
Disampaikan Kepada Seluruh Alumni
SD INTEGRAL AL - BAYAN MAKASSAR
Yayasan Al - Bayan PonPes Hidayatullah
Untuk mengikuti Acara Bina Akrab yang Insyaallah Pada :
Hari/tgl : Sabtu 23 juni 2012
Tempat : Tanjung Bayam Mks
Konstribusi : 50 rb
HARAP KUMPUL DISEKOLAH PADA JAM 08.00 PAGI
Disampaikan Kepada Seluruh Alumni
SD INTEGRAL AL - BAYAN MAKASSAR
Yayasan Al - Bayan PonPes Hidayatullah
Untuk mengikuti Acara Bina Akrab yang Insyaallah Pada :
Hari/tgl : Sabtu 23 juni 2012
Tempat : Tanjung Bayam Mks
Konstribusi : 50 rb
HARAP KUMPUL DISEKOLAH PADA JAM 08.00 PAGI
Rabu, 30 Mei 2012
Siswa Al Bayan Diteror
Suasana sorak gembira merupakan ciri khas sebuah lembaga pendidikan, lebih spesifik SD Integral Albayan. Di pagi itu. suasana nampak tentram terkendali dengan kehadiran wajah - wajah siswa yang penuh semangat, berani, dan jujur. Hal diatas terpecahkan dengan kehadiran sebuah kabar via telpon seluler.
"Anak Ibu masuk Rumah sakit ..." Tuturnya
Dirumah sakit mana pak ...??
" Oh Iya, Di Rumah Sakit Plamonia Makassar ..." Tuturnya
Iya kami kesana pak ...
" Kalau boleh ibu membayar 30.000.000 Untuk bea operasi dan ibu Transfer ke Rek Kami .."
Setelah mendengar kabar itu, serempak keluarga korban menuju rumah sakit plamonia sedangkan Ibundanya menuju Sekolah untuk memastikan kebenaran berita. Walhasil ternyata telpon kesasar itu berkedok penipuan.
Pihak sekolah segera mencoba cari tahu si pelaku bejat itu.Kejadian serupa biasa terjadi. Oleh karna itu mari bekerjasama dalam rangka mengantisifasi kejadian serupa.
JIKA ADA BERITA SEMACAM INI HARAP HUBUNGI PIHAK SEKOLAH 0411 590087
"Anak Ibu masuk Rumah sakit ..." Tuturnya
Dirumah sakit mana pak ...??
" Oh Iya, Di Rumah Sakit Plamonia Makassar ..." Tuturnya
Iya kami kesana pak ...
" Kalau boleh ibu membayar 30.000.000 Untuk bea operasi dan ibu Transfer ke Rek Kami .."
Setelah mendengar kabar itu, serempak keluarga korban menuju rumah sakit plamonia sedangkan Ibundanya menuju Sekolah untuk memastikan kebenaran berita. Walhasil ternyata telpon kesasar itu berkedok penipuan.
Pihak sekolah segera mencoba cari tahu si pelaku bejat itu.Kejadian serupa biasa terjadi. Oleh karna itu mari bekerjasama dalam rangka mengantisifasi kejadian serupa.
JIKA ADA BERITA SEMACAM INI HARAP HUBUNGI PIHAK SEKOLAH 0411 590087
Rabu, 09 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Penerimaan Siswa Baru
SELAMAT DATANG
CALON SISWA BARU
SD INTEGRAL AL - BAYAN
Tamalanrea - Makassar - Sulawesi Selatan
TAHUN AJARAN
2012 - 2013 Masehi
Selasa, 10 April 2012
Tips Menghadapi Ujian Sekolah
berhasil dalam menghadapi UN dan mendapatkan hasil yang memuaskan ( lulus )
Berikut saya kutip untuk anda para
pelajar/siswa kelas akhir yang akan menghadapi Ujian Nasional. Saya
dapatkan tips ini dari blog sahabat kita http://andrepanggabean.com. Semoga dengan tips yang ada ini bisa memberikan sedikit sumbangan motivasi dan tenang dalam menghadapi Ujian Nasional nanti.
1. Persiapkan Diri
Belajar adalah kunci mutlak pertama
dalam menghadapi ujian. Sebaiknya kamu belajar sejak dini dan sering
mengikuti Pra Ujian/Try Out. Kamu juga dapat berlatih menyelesaikan
soal-soal ujian yang ada di buku kisi-kisi UN, sehingga kamu lebih
mantap dan siap dalam menghadapi UN.
2. Ukur Kemampuan
Siswa harus bisa mengetahui seberapa
kemampuannya. Mengetahui kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam
materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan memahaminya. Jika ada
pelajaran yang kurang dipahami, maka disarankan lebih giat lagi
belajarnya.
3. Menjaga kondisi Kesehatan tubuh
Kesehatan tubuh merupakan modal yang
sangat penting untuk kamu bisa melakukan aktivitas kamu, termasuk
belajar. Oleh sebab itu sudah semestinya siswa selalu menjaga kesehatan,
sehingga ketika ujian tubuh dalam kondisi sehat, segar, dan fit. Jam
tidur juga harus diperhatikan, jangan sampai kurang, serta konsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa berolahraga secara teratur.
4. Menyiapkan peralatan ujian dengan baik
Pastikan kamu membawa peralatan ujian yang kamu butuhkan.
5. Datang Lebih Awal
Datang minimal 15 menit sebelum ujian
dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu.
Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.
6. Tenang dan Percaya diri
Biasakan untuk percaya diri dan tenang,
serta berdoa sebelum memulai ujain. Dengan berdo’a kamu akan lebih
tenang dan percaya diri.
7. Jangan tegang
Memang dalam menghadapi ujian kita kerap
merasa tegang. Tetapi lebih baik dibawa santai saja dalam mengerjakan
setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.
8. Membaca Perintah ujian
Bacalah perintah ujian dengan baik dan
tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal
membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.
9. Seleksi Soal
Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.
10. Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban
Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban
yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu
tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai
diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum
menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin
kamu tulis.
11. Perbanyak Ibadah kepada Allah SWT
12. Selalu memohon kemudahan kepada Allah SWT.
Semoga Bermafaat
Tips Menghadapi Ujian Sekolah
berhasil dalam menghadapi UN dan mendapatkan hasil yang memuaskan ( lulus )
Berikut saya kutip untuk anda para
pelajar/siswa kelas akhir yang akan menghadapi Ujian Nasional. Saya
dapatkan tips ini dari blog sahabat kita http://andrepanggabean.com. Semoga dengan tips yang ada ini bisa memberikan sedikit sumbangan motivasi dan tenang dalam menghadapi Ujian Nasional nanti.
1. Persiapkan Diri
Belajar adalah kunci mutlak pertama
dalam menghadapi ujian. Sebaiknya kamu belajar sejak dini dan sering
mengikuti Pra Ujian/Try Out. Kamu juga dapat berlatih menyelesaikan
soal-soal ujian yang ada di buku kisi-kisi UN, sehingga kamu lebih
mantap dan siap dalam menghadapi UN.
2. Ukur Kemampuan
Siswa harus bisa mengetahui seberapa
kemampuannya. Mengetahui kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam
materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan memahaminya. Jika ada
pelajaran yang kurang dipahami, maka disarankan lebih giat lagi
belajarnya.
3. Menjaga kondisi Kesehatan tubuh
Kesehatan tubuh merupakan modal yang
sangat penting untuk kamu bisa melakukan aktivitas kamu, termasuk
belajar. Oleh sebab itu sudah semestinya siswa selalu menjaga kesehatan,
sehingga ketika ujian tubuh dalam kondisi sehat, segar, dan fit. Jam
tidur juga harus diperhatikan, jangan sampai kurang, serta konsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa berolahraga secara teratur.
4. Menyiapkan peralatan ujian dengan baik
Pastikan kamu membawa peralatan ujian yang kamu butuhkan.
5. Datang Lebih Awal
Datang minimal 15 menit sebelum ujian
dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu.
Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.
6. Tenang dan Percaya diri
Biasakan untuk percaya diri dan tenang,
serta berdoa sebelum memulai ujain. Dengan berdo’a kamu akan lebih
tenang dan percaya diri.
7. Jangan tegang
Memang dalam menghadapi ujian kita kerap
merasa tegang. Tetapi lebih baik dibawa santai saja dalam mengerjakan
setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.
8. Membaca Perintah ujian
Bacalah perintah ujian dengan baik dan
tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal
membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.
9. Seleksi Soal
Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.
10. Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban
Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban
yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu
tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai
diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum
menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin
kamu tulis.
11. Perbanyak Ibadah kepada Allah SWT
12. Selalu memohon kemudahan kepada Allah SWT.
Semoga Bermafaat
Rabu, 21 Maret 2012
Berdasarkan
pengorganisasian, proses pendidikan
bisa dibagi menjadi dua, yakni secara
formal di sekolah dan secara nonformal
di luar sekolah/lingkungan, yakni keluarga dan masyarakat.
a.
Pendidikan di sekolah
Pendidikan di sekolah pada dasarnya merupakan
proses pendidikan yang diorganisasikan secara formal berdasarkan struktur
hierarkhis dan kronologis, dari jenjang taman
kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Selain mengacu pada tujuan
pendidikan yang diterapkan secara berjenjang, berlangsungnya proses pendidikan
di sekolah sangat bergantung pada
keberadaan subsistem-subsistem lain yang terdiri atas: anak didik
(pelajar/mahasiswa); manajemen penyelenggaraan sekolah; struktur dan jadwal
waktu kegiatan belajar-mengajar; materi
bahan pengajaran yang diatur dalam seperangkat sistem yang disebut sebagai kurikulum; tenaga
pendidik/pengajar dan pelaksana yang bertanggung jawab atas terselenggaranya
kegiatan pendidikan; alat bantu belajar (buku teks, papan tulis, laboratorium,
dan audiovisual); teknologi yang terdiri dari perangkat lunak (strategi dan
taktik pengajaran) serta perangkat keras (peralatan pendidikan); fasilitas atau
kampus beserta perlengkapannya; kendali mutu yang bersumber atas target
pencapaian tujuan; penelitian untuk pengembangan kegiatan pendidikan; dan biaya
pendidikan guna melancarkan kelangsungan proses pendidikan.
Dalam kondisi sekuler seperti saat ini, peran
penting sekolah sangat terasa, mengingat
bahan masukannya berasal dari suprasistem yang sekuler. Beban sekolah
bertambah berat manakala ia pun harus mampu mensterilkan kondisi sekolah dari
gempuran pengaruh negatif yang datang dari kedua suprasistem. Oleh karenanya,
proses pendidikan di sekolah harus mampu menghasilkan keluaran yang integral,
tidak sekuler. Proses pendidikan yang steril inilah yang tergambarkan seperti
di atas. Posisi sekolah sebagai suatu small Islamic environment dalam interaksinya dengan suprasistem
masyarakat dan keluarga tergambarkan pada bagan berikut :
b.
Pendidikan di keluarga
Pendidikan di keluarga pada hakikatnya merupakan proses pendidikan sepanjang hayat. Pembinaan
dan pengembangan kepribadian, penguasaan dasar-dasar tsaqofah Islam
dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber
belajar yang ada di keluarga, utamanya orang tua.
![]() |
Gambar 1. Posisi
Pendidikan Sekolah terhadap Keluarga dan Masyarakat
Peran penting pendidikan dalam keluarga tercermin dalam
Hadist Rasulullah SAW berikut: “Tiap-tiap anak yang lahir itu dalam keadaan fitrah.
Maka kedua orangtuanya yang menjadikannya
ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (H.R. Muslim). Itulah sebabnya, proses pendidikan dalam
keluarga disebut sebagai pendidikan yang pertama dan utama, karena ia menjadi
peletak pondasi kepribadian anak. Keluarga adalah wadah pembinaan keislaman
untuk setiap anggotanya yang sekaligus akan membentenginya dari
pengaruh-pengaruh negatif yang berasal dari luar. Dalam dakwah pun, sebelum
diserukan kepada masyarakat luas, seorang muslim diperintahkan untuk berdakwah
terlebih dulu kepada anggota keluarga dan kerabat dekatnya. “Berilah
peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Qs. Asy-Syu’ara: 214) .Kemudian; “Wahai
orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.”
(QS.At-Tahrim: 6 )
Upaya pendidikan dalam
keluarga sebenarnya telah dan harus dimulai sejak usia anak dalam kandungan
hingga menginjak usia baligh dan memasuki jenjang pernikahan; dan bahkan akan
terus berlangsung hingga usia tua. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW: “Tuntutlah
ilmu sejak dari ayunan hingga liang
lahat.” (Al Hadist )
Pertama, Pendidikan pada
saat anak dalam kandungan (prenatal). Pada saat anak berada dalam kandungan, menjelang
turunnya malaikat untuk meniupkan roh, disertai catatan tentang empat
perkara, yakni rezeki, umur, amal dan nasib, sang ibu mendidik bayi tersebut dengan memperbanyak
doa kepada Allah SWT agar anaknya menjadi pribadi saleh, berbakti pada orang
tua dan bermanfaat bagi umat dan agamanya. “Sesungguhnya, seorang dari
kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibu selama 40 hari menjadi mani.
Kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula. Menjadi segumpal daging selama
itu pula. Selanjutnya diutuslah malaikat untuk meniupkan roh atasnya serta
menulis empat ketetapan, yakni rezeki, umur, amal dan nasibnya.” (HR
Bukhari dan Muslim)
Al Qur’an
menggambarkan istri Imran ketika
mengandung Maryam. Ia mendoakan putrinya agar menjadi wanita salehah. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Maryam
adalah wanita pilihan Allah yang dari rahimnya lahir Nabi Isa AS. “Ingatlah
ketika istri Imran berdoa, ’Tuhanku, sungguh aku memohon kepada-Mu, agar
anak yang ada dalam kandunganku ini menjadi
anak yang saleh dan berkhidmat ...’.” (QS. Ali Imran: 35)
Besarnya korelasi
pengaruh doa dan harapan ibu terhadap anak telah dibuktikan oleh
penelitian. Diantaranya adalah seperti
hasil penelitian Emile Coue sebagaimana dikutip oleh Wahjoetomo
(1997) dalam buku Perguruan Tinggi Pesantren, Pendidikan Alternatif Masa
Depan, tentang bagaimana ibu-ibu Spanyol dan Athena dapat melahirkan
anak-anak pilihan. Hasilnya, ibu-ibu Spanyol melahirkan anak-anak yang
kuat dan tumbuh menjadi prajurit-prajurit ulung karena pada saat kehamilannya,
mereka sangat berhasrat dan berdoa untuk menyumbangkan ahli-ahli perang dan
prajurit pilihan bagi negaranya.
Begitupun ibu-ibu Athena melahirkan anak-anak yang cerdas karena
berhasrat dan berdoa untuk dapat menyumbangkan ahli-ahli pengetahuan bagi negaranya.
Kedua, Pendidikan
anak pasca lahir hingga baligh
(postnatal). Ketika seorang anak
lahir, Islam mengajarkan untuk mendidik dan mengembangkan aspek
tauhid, antara lain dengan membacakan azan di telinga kanan dan iqamat
di telinga kirinya. “… Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan
hati (rasa dan pikir) agar kamu bersyukur …” (QS. An Nahl: 78).
Ilmu pengetahuan modern
membuktikan bahwa panca indra manusia
yang pertama kali berfungsi adalah pendengaran. Menurut hasil penelitian
diketahui bahwa satu menit setelah kelahiran, bayi mulai dapat menangkap
bunyi-bunyian yang membuatnya segera memalingkan wajah ke arah datangnya suara.
Secara garis besarnya, pendidikan berikutnya diantaranya adalah dengan memberi
nama yang baik; memberinya air susu ibu (ASI); dan menanamkan keteladanan
kepribadian Islam serta memberikan tuntunan menikah. “Kewajiban orang tua
terhadap anaknya adalah memberi
nama yang baik dan mendidiknya
dengan adab yang mulia.” (HR. Hakim).
Selanjutnya adalah
menyusuinya, “Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu
bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan …”
(QS. Al Baqarah: 233)
“Seorang anak hendaknya
disembelihkan akikah setelah hari ke-7
dari kelahirannya dan diberi nama
(dengan nama yang baik) dan dicukur rambutnya.
Setelah anak tersebut mencapai umur 6 tahun, hendaknya dididik tentang
sopan santun. Setelah berusia 9 tahun hendaknya dipisahkan tempat tidurnya. Dan
bila telah mencapai usia 10 tahun, hendaknya dipukul bila meninggalkan shalat.
Kemudian setelah dewasa dinikahkan. Maka
pada saat itu, ayah menjabat tangan anaknya dan mengatakan, ’Saya telah
mendidik, mengajar, dan menikahkan kamu. Karena itu, saya memohon kepada
Allah agar dijauhkan dari fitnah dunia
dan azab di akhirat kelak’.” (Imam Al Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin)
c. Pendidikan di tengah masyarakat
Hampir sama dengan
pendidikan di keluarga, pendidikan di tengah masyarakat pada hakikatnya juga merupakan proses pendidikan sepanjang hayat, khususnya
berkenaan dengan praktek kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh sumber
belajar yang ada di masyarakat, utamanya tetangga, teman pergaulan, lingkungan
serta sistem nilai yang berjalan. Dalam sistem
Islam, masyarakat adalah salah satu elemen penting penyangga tegaknya
sistem selain rasa ketaqwaan yang
tertanam dan terbina pada setiap individu serta keberadaan negara sebagai
pelaksana syariat Islam. Adanya sikap
saling mengontrol pelaksanaan hukum Islam dan mengawasi serta mengoreksi
tingkah laku penguasa pada masyarakat dimungkinkan mengingat masyarakat dalam perspektif
Islam memiliki karakteristik tersendiri
dalam membentuk perasaan taqwa dalam diri setiap individunya. Karena itu,
dengan sendirinya, proses pendidikan di tengah masyarakat ini menempati posisi
penting. Masyarakat Islam terbentuk dari
individu-individu yang dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, dan peraturan yang
mengikat mereka sehingga menjadi masyarakat yang solid persatuannya.
Lebih dari itu,
masyarakat Islam memiliki kepekaan indera yang amat tajam, bagaikan pekanya
anggota tubuh terhadap sentuhan apapun yang mengenai tubuhnya. Tubuh yang hidup
akan merasakan luka yang menimpa salah satu anggotanya, kemudian ia bereaksi
dan berusaha melawan rasa sakit tersebut
hingga lenyap. Dari sinilah maka amar
ma’ruf nahi munkar menjadi bagian yang paling esensial yang sekaligus
membedakan masyarakat Islam dengan
masyarakat lainnya. Allah SWT berfirman: “(Dan) Hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebaikan, menyeru berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS Ali Imran: 104).
Oleh karena itu, dapat
dimaklumi bila ketaqwaan setiap muslim dapat dipengaruhi dan dibina oleh
pandangan masyarakat yang senantiasa diinteraksikan secara proaktif dalam aktivitas keseharian
diantara setiap individunya. Dalam
naungan masyarakat seperti inilah, individu yang berbuat maksiyat tidak berani
menampakkannya secara terang-terangan, atau bahkan tidak berani untuk
melaksanakannya. Kalaupun ada yang
tergoda untuk melakukan perbuatan maksiyat, ia akan berusaha untuk
menyembunyikannya. Namun begitu ia sadar akan kesalahannya itu, ia akan
kembali bertobat atas kekhilafannya, kembali kepada kebenaran.
Kisah Ma’iz Al Aslami dan Al Ghomidiyah radliyallahu
anhuma yang langsung menghadap Nabi SAW untuk meminta hukuman sesaat setelah berzina, merupakan teladan
yang tepat untuk menggambarkan betapa tingginya rasa ketaqwaan pada diri para
shahabat, cermin keberhasilan pembinaan
individu muslim dan masyarakat Islam. Masyarakat yang berfungsi mendidik inilah
yang disebut sebagai learning society, yakni ketika proses
pendidikan berjalan bagi seluruh anggota masyarakat melalui interaksi keseharian yang selalu bernuansa amar ma’ruf dan nahi munkar. Setiap
anggota masyarakat akan selalu mendapatkan masukan positif dari hasil
interaksinya itu.
3.
Asas Pendidikan
Demikian pentingnya nilai-nilai tauhiod bagi
kehidupan, maka Islam mengharuskan
setiap muslim memegang teguh ketauhidan dan menjadikannya sebagai asas dalam
berfikir dan berbuat. Maka, kurikulum pendidikan harus yang dilaksanakan pun
berlandaskan berazaskan pada tauhid
tersebut. Karenanya, jika aqidah Islam tauhid telah menjadi asas yang mendasar
bagi kehidupan pribadi, hubungan antar sesama muslim, aturan
masyarakat asas bagi kehidupan
bernegara, dan khususnya asas dalam pelaksanaan pendidikan, maka seluruh ilmu
dan pengetahuan yang diterima seorang muslim akan memberi mampu melahirkan
produk yang berdimensi kaafatan lin naas warahmatan luil ‘aalamiin.. Seluruh ilmu dan pengetahuan, baik itu berupa
pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, hubungan sosial, masalah
ekonomi, hukum, politik dan kenegaraan yang berkaitan dengan kehidupan dunia
dan akhirat, wajib berazaskan Tauhid..
Namun begitu,
penetapan aqidah Islam sebagai asas pendidikan tidaklah berarti bahwa setiap ilmu
pengetahuan harus bersumber dari aqidah
Islam. Islam tidak memerintahkan
demikian. Lagi pula hal itu tidak
sesuai dengan kenyataan, karena memang
tidak semua ilmu pengetahuan terlahir dari
aqidah Islam. Yang dimaksud
dengan menjadikan aqidah Islam sebagai
asas atau dasar dari ilmu pengetahuan adalah dengan menjadikan aqidah Islam dijadikan sebagai standar
penilaian. Dengan istilah lain, aqidah
Islam difungsikan sebagai kaidah atau tolak ukur pemikiran dan perbuatan.
Dalam aspek
sosial, teori Darwin mempengaruhi cara berpikir masyarakat dengan pendapatnya
bahwa yang terkuat akan tumbuh dan menang, sesuai dengan seleksi alam (prinsip “survival
for the fittest”). Paham ini
memberi andil bagi tumbuh tegaknya paham
atau ideologi kapitalis/liberal. Dari sana
tercetus gagasan bahwa hanya mereka yang berjuang secara bebas
sajalah yang akan mampu mencapai kedudukan yang baik dan ekonomi yang
maju. Jadilah ia seorang machiavelis, manusia yang
berprinsip tujuan menghalalkan cara. Contoh pengetahuan lain yang bertentangan
dengan aqidah Islam adalah teori perkembangan (evolusi) materi menurut
keyakinan kaum komunis. Teori ini
berpendapat bahwa materi itu berkembang dengan sendirinya, tidak ada faktor
lain yang turut campur mengadakannya ataupun menumbuhkannya. Dalam bidang
biologi, teori ini dalam perkembangannya
dikenal dengan istilah generatio spontanea, yaitu bahwa makhluk hidup
(dalam hal ini organisme sel) tercipta dengan sendirinya. Menurut teori ini Rabb itu tidak ada. Allah SWT berfirman: “Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dan
apa yang ada di antara keduanya.” (QS. As-Sajdah: 4)
Pengetahuan mengenai
ide-ide yang bertentangan dengan aqidah Islam seperti contoh-contoh tersebut di atas tidak boleh disatukan dalam
kurikulum. Dengan mengajarkannya, akan
mendorong para pelajar untuk mengambil dan meyakininya. Ini berpotensi merusak aqidah mereka. Jika pengetahuan itu
hendak dimasukkan dalam kurikulum, boleh
tapi hanya di tingkat perguruan tinggi
saja dan harus disertai dengan penjelasan mengenai kesalahan dan kepalsuannya,
supaya orang tidak mengambil dan
meyakininya.
4.
Struktur Kurikulum
Secara struktural, sesuai
dengan tiga aspek pada diri manusia yaitu ruhiyah, aqliyah dan jismiyah dengan
indikasi ketaqwaan, kecerdasan dan ketrampilan, maka kurikulum pendidikan Islam
disekolah dijabarkan dalam tiga komponen
materi pendidikan utama yang sekaligus menjadi karakteristik khas, yakni: (1)
Ilmu Pengetahuan Islam (Dirosat Islam)
(2) Ilmu Pengetahuan Umum dan (3)
Ilmu Ketrampilan.
Sebagaimana yang tercermin dalam Tabel 2. Struktur dan
Performa Komponen Kurikulum,
selain muatan penunjang proses
pembentukan Ruhiyah Islamiyah/Ruhul Wahyi/Ruhul Qur’ani yang secara menerus pemberiannya
untuk tingkat TK – SD, SMP – SMU
dan PT, demikian pula muatan Ilmu umum dan Ilmu Keterampilan diberikan secara bertingkat sesuai dengan
daya serap dan tingkat kemampuan anak didik
berdasarkan jenjang pendidikannya masing-masing.
Pada tingkat dasar atau
menjelang usia baligh (TK dan SD),
penyusunan struktur kurikulum
sedapat mungkin bersifat mendasar, umum, terpadu dan merata bagi semua anak
didik yang mengikutinya. Yang termasuk
dalam materi dasar ini antara lain : membaca, menulis, menghafal Al Qur’an
; prinsip-prinsip Islam; membaca;
menulis dan menghitung (calistung
latin) ; prinsip-prinsip bahasa Arab; sirah Rasul dan Khulafaur
Rasyidin serta seni dan olah raga
islami.
Beberapa sandaran bagi
pemberian materi-materi pelajaran tersebut di atas adalah: “ Yang paling
baik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan
mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
“Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan
sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya.” (HR. Attirmidzi
)
Tabel
2. Struktur dan Performa Komponen Kurikulum
JENJANG
PENDIDIKAN
|
TK
|
SD
|
SMP
|
SMU
|
PT
|
|
|
KOMPONEN
MATERI
|
Dasar – dasar
|
Pembentukan
|
Pematangan
|
|||
|
Ilmu Pengetahuan Islam
(dirosat Islam)
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
4
|
|||
|
|
|
3
|
||||
|
|
2
|
|||||
|
1
|
||||||
|
Ilmu Pengetahuan Umum
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
4
|
|||
|
|
|
3
|
||||
|
|
2
|
|||||
|
1
|
||||||
|
Ilmu Ketrampilan
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
4
|
|||
|
|
|
3
|
||||
|
|
2
|
|||||
|
1
|
||||||
Khalifah Umar bin Khattab
dalam wasiat yang dikirimkan kepada gubernur-gubernurnya menuliskan: “Sesudah itu, ajarkanlah kepada
anak-anakmu berenang dan menunggang kuda, dan ceritakan kepada mereka adab
sopan santun dan syair-syair yang baik.”
Khalifah Hisyam bin Abdul Malik mewasiatkan kepada Sulaiman Al Kalby,
guru anaknya: “Sesungguhnya anakku ini adalah cahaya mataku, saya percayakan
padamu mengajarnya. Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan tunaikanlah
amanah. Dan yang pertama-tama saya
wasiatkan kepadamu adalah agar engkau mengajarkan kepadanya Al Qur’an, kemudian
hafalkan kepadanya Al Qur’an,…”
a. Ilmu pengetahuan Agama
Pembentukan Ruhiyah Islamiyyah harus
dilakukan pada semua jenjang pendidikan yang ada sesuai dengan proporsinya
melalui berbagai pendekatan. Salah satu diantaranya adalah dengan menyampaikan
Ulumuddin (Ilmu Pengetahuan Agama) kepada para siswa. Seperti tampak pada Tabel 2. Struktur dan
Performa Komponen Kurikulum, pada tingkat TK hingga SD materi
Ulumuddin yang diberikan adalah Materi
Dasar. Hal ini mengingat anak didik berada pada jenjang usia menuju baligh,
sehingga lebih banyak diberikan materi yang bersifat pengenalan menumbuhkan
keimanan.
Barulah setelah mencapai usia baligh,
yakni pada tingkat SMP dan SMU, materi yang diberikan bersifat Lanjutan (Pembentukan dan Peningkatan). Hal ini
dimaksudkan untuk memelihara dan sekaligus meningkatkan keimanan serta
keterikatan dengan syariat Islam.
Indikatornya adalah bahwa anak didik dengan kesadaran yang dimilikinya
telah berhasil melaksanakan seluruh kewajiban dan mampu menghindari segala tindak kemaksiyatan kepada Allah
SWT.
Pemberian materi Ulumuddin sebagaimana digambarkan pada Tabel 2.
Struktur dan Performa Komponen Kurikulum, diberikan secara bertingkat disesuaikan
dengan tingkat kemampuan dan daya serap
anak didik dari tingkat TK hingga SMU.
Sebagai contoh : target materi Tahfidzu
al-Qur’an untuk tingkat SD adalah 3
juz, SMP sebanyak 10 juz dan SMU sebanyak 15 juz. Sedangkan
materi Ulumu al-Qur’an-nya
barulah diberikan pada
tingkat SMP sebagaimana materi
Ulumu al-Hadist.
Materi Ushul Fiqhmulai
diberikan pada tingkat SMU. Materi Sirah
yang diberikan mulai tingkat TK dan SD lebih bersifat pengenalan dasar yang
dimaksudkan untuk membina dan
mencerapkan nilai-nilainya. Barulah pada
tingkat SMP, diperlengkap dan diperdalam kandungan nilainya. Materi Bahasa Arab
diselenggarakan sesuai dengan kurikulum
untuk Madrasah.
b. Ilmu Pengetahuan Umum
Dalam
pembentukan kemampuan berfikir (intelektual) secara cerdas dan mendasar
membutuhkan ilmu pengetahuan umum. Pada muatan ini berbasis pada kurikulum depdiknas. Juga perlu
sekali dipertimbangkan standar NUN (Nilai Ujian
Nasional).
c.
Ilmu Ketrampilan
Sasaran daripada Ilmu katrampilan ini adalah mengantarkan
siswa untuk hidup sehat, bugar, memiliki rasa seni dan harmoni yang islami
serta memiliki skill yang profesional sehingga memiliki bekal untuk hidup
mandiri.
5.
Dana, Sarana dan
Prasarana
Idealnya, berdasarkan sirah Nabi
SAW dan tarikh Daulah Khilafah sebagaimana
disarikan oleh Al Baghdadi (1996) dalam buku Sistem Pendidikan di
Masa Khilafah Islam, negara memberikan jaminan pendidikan secara cuma-cuma
(bebas biaya) dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan
prasarana) sebaik mungkin. Kesejahteraan dan gaji para pendidik sangat
diperhatikan dan merupakan beban yang harus dipikul negara serta diambil dari
kas baitul maal. Sistem
pendidikan bebas biaya tersebut didasarkan atas ijma shahabat yang memberi gaji
kepada para pengajar dari baitul maal dengan jumlah tertentu. Contoh
praktisnya adalah Madrasah Al Muntashiriah yang didirikan Khalifah Al
Muntashirdi kota Baghdad. Di sekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa
emas seharga satu dinar (4,25 gram emas).
Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya. Fasilitas sekolah
tersedia lengkap, seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit dan
pemandian. Begitu pula dengan Madrasah An-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad keenam Hijriah oleh Khalifah Sultan
Nuruddin Muhammad Zanky.Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama
siswa, perumahan staf pengajar, tempat
peristirahatan untuk siswa, staf pengajar dan para pelayan serta ruang besar
untuk ceramah.Dan jauh sebelumnya,Ad Damsyigy mengisahkan dari Al Wadliyah bin
Ataha’ bahwa Khalifah Umar Ibnu Khattab memberikan gaji kepada tiga orang guru
yang mengajar anak-anak di kota Madinah masing-masing sebesar 15 dinar setiap
bulan (1 dinar = 4,25 gram emas). Lalu
bagaimana dengan kebijakan untuk negara-negara mayoritas Muslim apakah
penerapan idealisme di atas saat ini sudah bisa terpenuhi.
Langganan:
Komentar (Atom)






